MEDIA19 dot ID

Ajeg Bali untuk Indonesia

Terkendala Libur Panjang, Anggaran Angkutan Siswa Gianyar Aman Belum Cair

2 min read

GIANYAR, Media Bali- Meski telah beroperasi sejak 19 April 2022, ternyata hingga saat ini anggaran angkutan siswa Gianyar Aman belum juga cair. Usut punya usut, kondisi ini disebabkan libur panjang yang menyebabkan pembayaran angkutan siswa bulan lalu belum juga cair. Kondisi ini membuat para sopir angkutan siswa tersebut harus menunggu lebih lama.

Deretan puluhan angkutan siswa Aman yang dicat merah parkir beriringan di Jalan Ciung Wanara, Gianyar Rabu (11/5). Angkutan tersebut bertugas untuk mengangkut siswa di SMPN 1 Gianyar untuk diantarkan ke rumah siswa masing-masing.

Keberadaan angkutan siswa ini sudah mulai beroperasi di tahun 2022 tepatnya pada tanggal 19 April. Untuk bulan Mei sendiri angkutan siswa efektif beroperasi sejak Senin (9/5). Sayangnya sebulan beroperasi, angkutan siswa tidak kunjung mendapatkan dana. Padahal biasanya dana untuk operasional angkutan siswa itu dibayarkan tiap bulannya.

Dikonfirmasi masalah tersebut Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, Wayan Suamba mengungkapkan keterlambatan tersebut disebabkan karena libur panjang Idul Fitri yang mengakibatkan pembayaran untuk bulan April belum juga turun. Meski begitu pihaknya menegaskan dana akan segera cair karena telah maju ke Bagian Keuangan Pemkab Gianyar. “Sudah di Keuangan, karena libur panjang kan gak mungkin dicairkan pas liburan,” jawab Wayan Suamba saat dihubungi, Rabu (11/5).

Terkait dengan penggunaan anggaran angkutan siswa Gianyar Aman, menurut Wayan Suamba akan dibayarkan setiap bulan dengan sistem beli layanan. Artinya anggaran sebesar Rp 15,2 Milyar tersebut tidak harus habis semua. Penggunaan anggaran disesuaikan dengan layanan yang diberikan oleh angkutan umum yang telah bekerjasama. “Kita menggunakan kalender pendidikan untuk pembayarannya. Kalau sekolah libur maka tidak dibayarkan,” ucapnya.

Dengan beroperasinya angkutan siswa Gianyar Aman membawa titik cerah kepada para supir angkutan umum di Gianyar. Pasalnya, minimnya penumpang yang menggunakan jasa angkutan umum membuat para supir di Gianyar sangat bergantung kepada program angkutan siswa.

Dalam sehari para supir bisa mengantar jemput siswa dua kali yakni pada pagi hari dan siang hari. Setelah itu mobil angkutan tersebut tidak dioperasikan lagi karena di wilayah Gianyar sudah tidak ada masyarakat yang mau menumpang.

Saat ditemui di tempat ngetem Jalan Ciung Wanara, para supir angkutan siswa mengaku sangat berharap agar pembayaran dana operasional angkutan siswa bisa segera dicairkan. Sehingga bisa menjadi modal untuk mengoperasikan angkutan umum tersebut kembali. 007

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Copyright © Media Bali 2021 | Newsphere by AF themes.